Hidupmu, Sepenuhnya Pilihanmu
Pernah gak kamu ngerasa hidupmu kayak dijalani pakai skrip yang dibuat oleh orang lain. Orang tua, teman, pasangan, bahkan komentar orang yang tidak terlalu dekat sekalipun. Padahal apa pun yang terjadi nanti, kamu yang ngejalanin semuanya, bukan mereka.
Karena itu, pertanyaannya sederhana tapi dalam.
Kalau kamu yang akan hidup dengan konsekuensinya, kenapa orang lain yang menentukan pilihan hidupmu.
Saat Hidupmu Diatur Ekspektasi Orang
Banyak dari kita tumbuh dengan suara orang lain di kepala.
Mulai dari “ambil jurusan ini saja”, “kerja di sini lebih aman”, sampai “dia kayaknya cocok buat kamu”.
Awalnya kamu nurut biar semuanya terlihat baik. Tapi lama-lama kamu sadar, kamu mulai menjauh dari diri sendiri. Bukan karena kamu gak bisa memilih, tapi karena kamu gak pernah dikasih kesempatan untuk benar-benar memilih.
Yang Menjalani Semua Tetap Kamu
Apa pun keputusan yang kamu ambil, kamu yang akan merasakan: Capeknya, Senangnya, Ruginya, Bangganya dan semua konsekuensi setelahnya
Karena itu, wajar kalau kamu pegang penuh kendali atas hidupmu.
Kenapa Kita Sering Biarkan Orang Lain Mengatur
Jawabannya cukup sederhana. Kita takut salah.
Takut mengecewakan orang lain, dikomentari, dianggap egois.
Padahal memberi orang lain kendali total atas hidup justru bikin kamu makin menjauh dari keinginanmu sendiri.
Hidup Dengan Ketakutan Itu Melelahkan
Kalau setiap langkah harus disetujui orang lain, kamu hanya memindahkan kendali dari tanganmu ke tangan mereka.
Dan hasilnya, kamu menjalani kehidupan yang bukan kamu inginkan.
Jika ingin memahami lebih dalam tentang tekanan sosial, kamu bisa baca artikel di Psychology Today tentang hubungan antara self worth dan keputusan hidup.
Baca Juga: Intisari Hidup: 8 Hal Penting yang Harus Kamu Ketahui
Saatnya Ambil Kembali Kendali Hidupmu
Ini bagian penting.
Hidupmu bukan kompetisi untuk memuaskan semua orang. Tapi sebuah cerita yang akan kamu bawa sampai tua nanti. Dan cerita itu harus kamu tulis sendiri.
Kamu Berhak Menentukan Pilihan Besar Dalam Hidupmu
Mulai dari:
• Pekerjaan yang kamu pilih
• Hubungan yang kamu pertahankan
• Kota yang ingin kamu tinggali
• Cara kamu hidup, healing, berkembang
• Hal yang kamu perjuangkan
Semua itu layak kamu putuskan berdasarkan apa yang kamu rasakan, bukan apa yang orang lain anggap benar.
Kalau mau baca tentang self growth, cek konten dari The School of Life tentang memahami suara hati.
Hidup Jujur Pada Diri Sendiri Itu Self Love
Kadang memilih untuk mendengarkan diri sendiri adalah langkah paling berani.
Dan langkah paling damai.
Kamu gak bisa menyenangkan semua orang.
Tapi kamu bisa membuat hidupmu lebih tenang dengan memilih hal yang memang benar-benar kamu mau.
By the end of the day, that’s what really matters!